it’s new experiences, scary but excited . . .

kerjaan pertama. takut. mirip waktu skripsi. tp lebih penasaran sekaligus sangat khawatir saya mengacaukannya. saya bukanlah seorang pekerja pengalaman di bidang ini. dan, semasa kuliah, saya juga nggak ahli di bidang ini.

kalo dibilang pesimis, mungkin iya. tapi siapa sih yang nggak diawal-awal. takut gagal, sangat! saya bukan manusia sempurna atau sakti yang mengatasi semua masalah. yang saya harapkan sekarang hanya bisa untuk survive dan lancar dengan semua kerjaan yang ada. ini kerjaan pertama saya, pikiran pertama yang muncul juga, ‘oke gimana bisa menyelesaikan ini dengan baik … ?’

wish my luck for everything!
n i hope it’ll be ok.. =’)

antara menginginkanmu yang kucintai dan menghargaimu yang mencintaiku…

love…is the precious one…

memang. tak dipungkiri. cinta adalah sesuatu yang sangat berharga dan tak ternilai harganya kalo kita memilikinya dalam hidup. dan gara-gara cinta, hidup bisa lebih berwarna. aku sadar cinta itu juga bukan hal yang mudah. menjalaninya, kita bisa membutuhkan banyak tenaga dan pikiran. bagaimana cinta bisa berjalan, aku tidak pernah mengerti. itu pilihan untuk lebih menerima dan mampu menjalani.

aku, dari sekian kali menyerah karena takut, akhirnya memberanikan mencoba meraih yang kusuka. mungkin demi perihal, aku dapat cinta darinya. tapi susah sekali buat dia menyadari, atau lebih tepatnya menerima aku disisinya. dan sekian kali, aku merasa ditolak (secara halus) yang membuatku kesal. aku mencoba untuk menghubunginya, mendukungnya dan iya, responnya terkadang baik kadang buruk. disaat kondisi baik, semua hal terlihat indah dimataku. dan ketika itu buruk, aku menjadi seseorang yang tidak menghargai apa yang kupunya. sesuatu yang tak bisa kutebak dan lebih membuat sakit perasaanku. terakhir ini, aku sering mengalami sesak, yang aku kira karena kebanyakan makan, mungkin dia juga punya andil, membuatku sakit tanpa kusadari.

okay… aku harus mendukungnya, membantunya menyelesaikan masalah yang dia punya. tapi apa aku bisa menerima kalau pada akhirnya, pilihan hatinya bukan padaku? tapi pada orang lain? aku memang bisa bertahan untuk menerima. tapi sepadankah?

keadaan ini buat aku sadar, orang-orang yang mencintaiku sangat besar artinya buatku. seandainya (yang sangat tidak kuharapkan) orang tua atau bahkan keluargaku, juga teman-temanku seperti di film-film, jadi jahat, tidak pedulian dan memanfaatkanku, aku pasti tak bisa sebahagia sekarang. mungkin mereka bukan kekasih, atau bahkan hanya keluarga dan teman yang selalu jadi sahabat. tapi, ya, mereka berharga. karena aku mencintai mereka, dan mereka membalasnya.

aku bukan pribadi sempurna. tapi percaya atau tidak, ada hal-hal yang membuat hidupku sempurna. kasih sayang. ketika aku menikmati waktuku dengan orang tua dengan dukungan, perdebatan, tangis dan tawa, aku percaya mereka menemaniku. bahkan ketika aku telah lebih banyak membuat kesalahan dari yang kukira, mereka justru yang jadi sahabat paling cerewet didunia. dan selama 22 tahun usiaku, sadarlah aku, merekalah sahabatku. mereka menjagaku, membesarkanku, merawatku, dan menemaniku. meski kita bisa berkata itu kewajiban mereka, tapi tahukah kamu, mencintai seseorang itu juga butuh kesabaran, keuletan dan pengertian? mereka mencoba, iya, dengan segala cara. dari masa kecil hingga dewasa. dan aku menyadarinya saat aku sudah tidak menjadi ababil (abg labil),hehehe :D . itulah cinta yang besar telah kudapat dari mereka.

kasih sayang itu juga datang dari keluarga dan teman. pendewasaan diri, kemajemukan, dan rasa berbagi kudapatkan dari mereka yang membuat hidupku berwarna. walau terkadang banyak tangis dan tawa, itu sepadan. sama. tak usah ditimbang, rasakan saja, bahkan jika kau mendapat 10 masalah dan 1 kebahagiaan diakhirnya, akan terasa cukup bila bersama. sama karena berbagi cinta dan dukungan.

saat aku memulai tulisan ini, aku kesal padamu. atas semua kecuekanmu, kebodohanku, dan pilihanmu. aku juga tak bisa memintamu membalas perasaanku. yang ku bisa hanya, mendukungmu, menyemangatimu, dan mendoakanmu, itu pilihanku. dan aku tahu, itu tidak akan pernah sepadan bila kamu tidak membalas perasaanku. tapi toh, aku akan belajar merelakan dan menyerah. apalagi dengan kulihat perhatianmu yang lebih terhadap gadis lain. bukan padaku. itu membuatku, yang ternyata, masih sakit. mungkin benar kata kakakiparku yang pertama, aku harus sedia cadangan supaya tidak sakit hati padamu. tapi aku tak bisa. mencadangkan perasaanku pada oranglain. dan akhirnya, aku hanya bisa belajar menerima dan tidak membencimu. tapi. setelah tulisan ini kubuat. menyukaimu adalah hal yang indah. mengharapkan cintamu, tak bisa ku bilang sempurna, tapi membuatku belajar cinta yang kudapat hari ini sangat berharga. aku juga sadar mendapatkan hal-hal baik setelah mengenalmu. dan bahkan ketika aku akhirnya tak bisa memilikimu setelah memberi dukungan, cinta, dan doa, mungkin aku bisa menerima rasa syukur cinta yang lain disisiku. aku pernah menyayangimu. tapi aku tak tahu sampai kapan. karena kamu, tak pernah buatku bertahan. yang jelas, sampai sekarang, aku menyukaimu.

menunggu cinta lainnya. mungkin itu yang akan kulakukan. dan mudah-mudahan, dia mencintaiku dan aku mencintainya. agar rasa cinta itu tak bertepuk sebelah tangan, dan melukai pemiliknya. seperti aku hari ini. hanya bertepuk sebelah tangan. dan merasakan sakit atas perhatianmu pada gadis itu. :’(

Masa sendiri…

entah kenapa, aku mengingat masa sendiriku saat masih kecil. ini berawal dari kejadian siang tadi, aku jalan-jalan dengan kakakipar ku yang pertama, sama temanadiknya. alasan kami pergi adalah membuat kebaya aplikasi buatku, untukku pake pada saat upacara keagamaan di kampung. awalnya, aku ga niat nyari kebaya baru, hanya saja, ibuku protes melulu, jadi ku putuskan untuk mencari bahan dan model dengan kakakiparku ini.
waktu itu, aku ditanya temanadiknya, apakah dirumahku aku cuma sendiri? mengingat kedua kakakku telah menikah, lalu kakakiparku menyahut, “dia sih dari dulu sudah sendiri, karena ikut pindahpindah…” ntah kenapa aku mengingat, bahwa aku selalu sendiri (bertiga sebenarnya, dengan kedua orang tuaku) pindahpindah, masuk sekolah baru, mencari teman dan sebagainya.
pada masa itu, aku selalu merasa kesepian, karena selalu menjadi orang baru di daerah yang baru. pernah suatu kali, di masa kecilku, aku bermain barbie sendirian di gudang. kedua orang tuaku bekerja, dan tak ada siapa dirumah. aku merasa kesepian, tapi aku memang tak ada teman saat itu, bahkan kakakkakakku lebih sibuk sendiri (saat itu kakakku sekolah di daerah yang berbeda). sedih? mungkin, aku tak bisa mengingatnya dengan baik.
pada masa itu, setelah 2 tahun bersekolah didaerah itu, akhirnya aku pindah karena papa pindah tugas. aku sedih kehilangan temantemanku saat itu. karena kami selalu bersama, selama 2 tahun lebih (didaerah itu hanya ada 1 kelas, jadi pada saat naik kelas, temanku tetap yang ituitu saja,hehe),aku sedih sekali. aku membuat pesta kecilkecilan di kelasku untuk pamitan, karena mereka baik terhadapku dan meninggalkan kenangan indah buatku. ku pikir akan lebih baik aku berpisah dengan memberitahu mereka terlebih dahulu. tapi yang terjadi, kami sekelas menangis, bahkan musuhku, atau teman yang biasa kuajak berantem, pun menangis. T_T . aku sedikit menyesal saat itu, apa lagi usiaku yang masih sangat muda, berpikir, kenapa aku harus punya teman sedekat mereka? kenapa aku membuat pesta perpisahan yang membuat semua orang sedih? kenapa aku harus pindah? dan aku tak pernah bertanya atau mencari jawaban. sebab aku sudah tak ingin sedih dan tak ada juga yang mau menjelaskan saat itu.
memang, pada masa itu (bahkan mungkin sampai sekarang), aku bukanlah anak yang proaktif dan komunikatif. orang tuaku sering memarahiku bila bertanya, bahkan pada saat aku bertanya hal yang biasa ditanyakan anak kecil, mamaku malah berkata, “baca nae di buku, udah dibeliin buku mahalmahal malah ga dibaca…”hmm,,yang bisa kulakukan saat itu, diam, selalu, terdiam. aku jadi terbiasa menyimpan segalanya sendiri, sedihku, senangku, kesepianku, kebahagiaanku, dan kekesalanku. bukan salahku, bila aku menjadi anak yang introvert, aku bahkan ga menyadari itu.
kalau diingat, mungkin itu sebabnya, setiap pulang ke bali, aku pasti menangis. memang pulang ke bali artinya liburan. dengan pekerjaan papaku sebagai polisi, hari libur sekolahku, aku tetap diam di rumah sendirian, karena papa harus lembur, sementara temantemanku berlibur ke daerahnya. sedangkan pada hari kerja yang tidak sibuk, namun ada perayaan atau upacara di bali, dan papa dapat cuti, kami bertiga pun pulang ke bali walau cuma sebentar. pada saat itu, liburanku berarti sembahyang, dan tidak ada jalanjalan. tapi aku senang, karena bertemu keluarga besarku dan sangat ramai. aku juga bertemu kakakku yang kuliah dibali. tapi setiap liburan seperti itu berakhir, aku pasti menangis pada keberangkatanku ke daerah tugas. itu selalu terjadi, sampai aku kelas 6 sd. lalu, aku belajar menyimpan tangis itu sendirian pada akhirnya, tak bisa membiarkan mataku membengkak setiap pulang dari bali.
pada kelas 5sd, aku mengalami kecelakaan yang membuatku makin introvert.aku diam dirumah sendirian selama 3 bulan tanpa teman, karena saat itu aku baru pindah. belum punya teman dekat, atu bahkan sahabat.saat itu, temanku hanya tipi dan buku cerita, serta anjingkecil yang dicarikan papa saat itu. hanya itu hiburanku. aku senang. aku ga perlu kenalan, berteman apalagi sedih dengan perpisahan. walau artinya aku sendiri. aku cukup senang.
masa pemulihan yang panjang, bisa menyembuhkan luka raga ku saat itu. namun, luka yang ku tanam dalam hati membuatku jadi cukup gila di masa smp. walaupun belajar menyembuhkan diri sendiri di masa sma. aku akui aku tak bisa merasa semua itu ada dan berharga. tapi juga tidak merasa itu siasia, karena hidupku adalah anugrah. aku hanya perlu belajar menghargai diriku sendiri tanpa melihat seberapa jauh penghargaan orang lain. karena aku tak akan bisa mengukur kebahagiaanku dari tawa mereka, walau aku tertawa bahagia karena mereka. rasanya, akan ada saat aku benarbenar menjadi diriku sendirian, karena aku selalu belajar sendiri, mengatasi masalahku, karena orang tua yang tidak mau tahu, kakak yang tak tahu, dan aku juga yang tidak ingin tahu, rasa kecewaku yang mendalam karena selalu sendiri dan terpisah dari orangorang… sehingga sampai saat ini, aku ga tahu, kapan masa sendiri dalam benakku akan hilang. karena walau sekarang orangtua ku lebih peduli padaku, kakak yang selalu ada, aku yang punya banyak teman disini , dan semuanya terasa sangat baik… aku tetap merasa sendiri, dan ruang kosong itu selalu tersisa untukku, untuk merasa kesepian dan kesendirian… tanpa tahu kapan terisi..

P.S. :
aku memang tak menyadari, langkah perlindungan diriku terhadap perasaanku, membuat ku jauh menjadi pendiam tentang perasaanku. memang, pada akhirnya, masa sma, aku berhasil mengeluarkan emosi itu pelanpelan. hanya saja, aku ga yakin, apa semua itu sudah kuungkapkan, apa malah, aku kembali menjadi pendiam dan memendam perasaan sampai itu semua meledak di kepalaku…T_T…

it’s complicated…it’s me…

hahaha…deadline udah dateng, programku belum klar, data masih membingungkan, tapi terserahlah, yang penting usaha duluu, harus bisa sekarang. mengingat banyak hal yang jadi motivasiku, terutama ibu bapakku..

semangat…semangat..semangat..

i’ll have to try as much as i could for this time..
harus bisa..harus bisa…

figggghhhhttttttiiiiiiinnnnnnnnnngggggggggggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

capekkkalliiiii

ternyata hari ini tanggal 13, hwahahahha…

angka 13, bukan maksud percaya mitos atau halhal gaib. tapi hari ini adalah hari dimana saia kaya orang kehilangan akal aja, jadi nyoba disambungsambungin ama angka 13, siapa tau bagus jadinya,hehehe..

hari ini, saia jauhjauh ke bukit (kampus saia di daerah namanya bukit, bukan saia benerbener ke bukit lho belajarnya,hehehe) pengen nyari dosen. tapi gag ketemu malah nangkring di perpus. di perpus mau ngenet malah dihadang dari firewall sendiri, katanya certificate nya gag diketahui, alamak…

yoo wis, i did anything else. saia jadinya ngerjain ketikan sama baca buku. mana di perpus blum bole pinjem buku dulu, sampai masuk ospek maba kayanya. alhasil, buku yang saia butuhkan saia baca diperpus..hehehe.. nangkring jadi 2 jam..

habis itu pulang dalam keadaan perut kebas, kaya agak kembung, nyeri, tapi pas dipegang kaya ga berasa. ihh,,kayanya tipus saia kambuh, maklum udah makan suka telattelatan, saia juga penikmat sambel yang aktif, sehingga berasa gimana gitu perutnya. protes kayanya,hehehe.. eh, nyampe rumah ada dagang bakso nangkring depan rumah, awalnya sih pengen tipat cantok tapi karena disuruh beli sama bapak, ikut deh menganjal perut pake daging cincang yang bulatbulat itu. hehehe..

gag aneh juga sih secara keseluruhan hari ini, cuman saia aja yang rada aneh ngembil keputusan. kaya gag jelas gitu pengen kemana, apa dan bagaimana. pokoknya, malah jadi bengong sendiri. bingung saia. udah ah, dari pada tambah bingung, saia juga bingung, lebih baik cerita lain aja deh.. >.<

metatah dwi (coba)

dwi

Tip: Upload all the published files to the same folder of your website, then copy and paste the “embed code” below to your webpage to embed this flash slide show on your website.

Embed Code:


long journey to the final course – part 2

back to another story…

sebenarnya agak aneh juga ceritacerita tentang skripsi saia yang koq rada bikin khawatir. tak apa lah, namanya juga usaha, menghibur diri. hehehe…

beberapa hari yang lalu, setelah posting belang, ntah kenapa niat buat lanjutin babbab proposal terasa sangat…hampa. lalu saia malah keasyikan ngenet ampe gag kirakira, donlot pilem plus lagu, maen game di fb, dan … diajak chatting ma temen. ngalorngidul ampe kemanamana, ngobrol istri orang juga dapet (hehe..mudahmudahan yang diobrolin gag nyadar yahh..:)). walaupun udah gag karuann gitu, tetep aja keinget untuk nyelesaiin babbab yang menghantui saia itu. akhirnya malah curhat di YM. dari situ, temensaia malah nanya,”motivasi kamu apa?”. yah, saia jawab,”lulus, diwisuda”, memang itu kan motivasi utama saia nyelesaiin skripsi saia ini. paling juga ditambah dengan pengen cari kebaya wisuda yang bagus, hehe…

lalu temansaia itu bilang,”wah, motivasi kamu kurang kuat. kalo aq banyak motivasinya biar cepat lulus…” dan, bla…bla..bla.. (saia lupa history chatting, dibanding salah, mengingat temansaia juga sering baca blog saia,hehehe..). dia juga cerita tentang alasan untuk membahagiakan orangtua, biar cepet carikerja, ngejar beasiswa, dansebagainya. waktu itu, saia pikir,banyak banget motivasinya, sampe bingung mana yang mau saia copy paste jadi motivasi saia. tapi, setelah saia pikir, semua itu juga motivasi saia, hanya saja yang saia sadari cuma biar lulus dan nyelesaiin kuliah. saia gag menjabarkan itu semua sebagai motivasi tapi hanya sebagai tujuan akhir tanpa memikirkan apakah yang saia cari nantinya…

temensaia itu juga nyuruh saia bikin motivasi. sejujurnya, banyak ide motivasi yang muncul saat itu, tapi saia emang orangnya plinplan, sekarang motivasi itu saia pertanyakan lagi. seingat saia juga, saia mengejar ujianproposal sekarang karena ibu bpk saia marah besar waktu saia gag ikut jadwal sebelum ini (ibu bpk saia marah garagara adik ipar bli’gung sudah wisuda). waktu itu, saia merasa sudah hopeless dengan ide proposal, jadi saia pun gag jadi maju, dan harus merelakan gag bisa maju saat itu(liat posting merasa tertinggal dan ditinggalkan). awalnya, saia juga bisa menerima dan nyarinyari judul buat materi baru, tapi setelah dimarahi seperti itu, rasanya lebih kecewa karena banyak sebab. saia juga jadi banyak berpikir tentang ibu bpk saia, jadi saia pun mengikuti nasihat ibu saia (yang ngotot) agar mencari kakaksepupu saia yang seorang konsultan IT. dan, akhirnya saia memiliki topik yang akan saia ajukan sekarang.

memang sih, melakukan apa saja sebaiknya ada motivasi untuk mengerjakannya. tapi, kita juga butuhh untuk bisa menyesuaikan dengan kemampuan kita. dan ntah kenapa,saia sadar, saia jadi ragu dengan kemampuan saia dibidang IT akhirakhir ini. saia masih mencari cara untuk gag memikirkan hal itu. susah. karena motivasi yang saia bangun dari awal kuliah juga sudah terbang ntah kemana. kapan awal saia begini saia juga tidak ingat. yang pasti sekarang cari motivasi dan beranikan diri untuk maju dan semoga tidak ditolak deh..

DICARI :
MOTIVASI!!!!

hehehe..
cuz our life always need motivations to complete the journey. o(^^)o JiaaYooooo

the memories of my belang T_T

hanya sekedar tulisan untuk mengenang . . .

humph…

kelinci saia yang ke3 ini bernama belang. kenapa belang? karena tubuhnya berbulu hitam dan putih, kaya belangbelang gitu,hehe.. lucunya, dia sangat gembul dan sangat jahil pada saia dan ibu bpk saia. saia kangen sama kelinci saia itu, rasanya baru kemarin dia ganggu saia membanten. tapi nyatanya, dia udah gag ada, meninggal di umur 3tahunnya. T_T hix..

tanggal 15 juni kemaren sih kejadiannya, gag sengaja bpk saia nabrak dia pada saat mau ngeluarin mobil dari garasi. mungkin tersenggol atau gimana, akhirnya dia mati saat itu juga. sama bpk saia dibiarkan dulu, mengingat saia sebagai yang punya (walau jarang banget ngurusin,humm..) blom ngliat. waktu itu saia masih di rumah temen buat nyelesaiin tugas. bpk sempet nelpon saia waktu di jalan, tapi rada gag percaya. mengingat kelinci saia ini sering ilang.

pernah satu kali semalaman dia gag di rumah. garagara malamnya saia buka pintu masukin mobil, dia ngeloyor dan akhirnya terkunci di luar. belang masuk rumah tetangga (soalnya pagar saia tertutup bawahnya, dia gag bisa nyempil, dia kan gendut,hehe..hix) dan diusir, jadinya dia diem dibawah penjor semalaman, keujanan. dan besok paginya, saia beserta ibu bpk saia sadar saat mau ngasi makan kangkung, kebingungan cari dia. lama, baru sadar dimana dia. si belang udah menggigil dibawah penjor. sedih ngelihat dia saat itu. saat itu, saia rela dia hilang. soalnya dia juga dateng ke rumah ini bukan karena diundang atau saia beli kelinci, dia tibatiba terdampar di depan rumah dan masuk pekarangan rumah, ditangkep deh ma kakak saia yang ke2. dan akhirnya dia pun dipelihara.

setelah kejadian dia hilang keluar rumah itu, saia merasa emang udah deket kali ya saat dia bakal pergi. nyiapin hati, bahkan mikirin untuk membuat fotofoto dia(fotofoto yang diatas) buat kenangkenangan. sayangnya, saat dia mati, saia kaya orang patah hati. malam itu saat saia kembali dari rumah teman, saia melihat mayat dia di garasi, tangis saia pun pecah saat itu juga. nangis udah kaya gag peduli apapun, sampai dimarah sama ibu saia, karena nangis gag karuan. saia gag pernah nangis untuk hewan peliharaan saia, walaupun udah banyak yang saia pelihara. karena gag satu pun saia lihat mayatnya, biasanya selalu sudah dikuburkan oleh bpk saia atau orang lain.

saia pun mengangkat mayat kelinci saia (benerbener terbujur kaku, rasanya sedih luar biasa ternyata kalo makhluk yang selalu merespon sentuhanmu, tibatiba tak berkutik walau sudah goyangkan sedemikian rupa..T_T) ke halaman belakang untuk dikubur. saat menunggu bpk saia bikin lubang, saia pun merenung, dan mata saia selalu kabur karena tangisan. capek sih nangis trustrusan, tapi ntah kenapa tangisnya gag berhenti. :(

belang akhirnya dikubur di bawah pohon mangga di belakang rumah. setelah dikasi canang dan dupa (kata bpk sebagai bekal, saia kurang begitu ngerti juga), dia ditimbun dengan tanah. saat itu, sedih jadi lebih terasa harus merelakan, gimana pun juga, dia memang akan pergi, dan sudah pergi. hix..

keesokkan harinya, ada yang hilang dari rutinitas di rumah. ibu saia gag manggilmanggil belang lagi dengan suara lantang di halaman belakang rumah buat ngasi makan. gag perlu setiap hari beli kangkung buat kelinci. gag ada yang gangguin saat membanten (belang suka ngambil nasi saiban atau pandan canang,hm..). berbeda memang, gag ada juga yang ku cari di halaman belakang, yang menatap diri saia dengan bola matanya. berbeda rasanya…

saia mungkin gag terlalu care sama belang. menyesal sih, gag ngurusin dia dengan baik. hanya sesekali ngajak main dan ngelus bulunya (yang kata teman saia kaya kemoceng gendut,hehe..). ngasi makan pun lebih rutin ibu saia, dan terkadang bpk saia. tapi saya sayang sama belang. karena dia kelinci lucu dan saia merasa berjodoh dengan kedatangannya.

terkadang, belang juga perhatian, atau mungkin bisa juga isenk,hehehe.. sebelum dia hilang, saia sempat sakit bulanan yang cukup parah karena kehujanan. padahal saat itu ada odalan di kampung dan ibu bpk saia pulangkampung selama beberapa hari, jadi saia sendirian di rumah. memang ada teman yang menginap untuk menemani. tapi sore itu saia sendiri dan sedang kesakitan, belang masuk ke ruang keluarga dan menunggui saia disana, diam, ntah untuk apa. saat itu, saia jadi tak mengalami sakit sendiri, rasanya seperti ada yang menemani. tapi dimana dia sekarang ya?? saia jadi bertanyatanya…tapi yang jelas, saia berharap, semoga dia dapat reinkarnasi yang lebih baik..

beberapa hari setelah itu, mangga berbuah manis, ntah percaya atau tidak, saia dan ibu bpk saia berpikir mungkin belang yang ngasi buah itu untuk kami (biasanya buah mangga yang manis dihabisin sama kelelawar sih..). mangga itu habis kami nikmati, hehehw

always in my memories,
belang,
love u soo much,,
and now, i miss you… :| <3<3

long journey to the final course..

huahuahuahuahuahuhuhahahaha…

hehe..

bisa gila juga saia ini. hmm.. darimana ya mulainya..

awalnya, beberapa hari yang lalu, dalam usaha untuk nyari dosen kesekian kalinya, hanya untuk mastiin judul, saia ke kampus. disana, saia ketemu tementemen yang udah ujianproposal dan menyiapkan hasil akhir. saia jadi agak gimana gitu, merasa bakal benarbenar ketinggalan mungkin, dan memperburuk rasa khawatir saia.hehe..

karna bosan nunggu dosen yang juga lagi nguji adik kelas, saia jadi ngerumpi bareng temen seperjuangan yang udah mau tinggal landas dari kampus(dia udah mau ujian hasil,huhu…). dia sempet dilewati juga sih ama temen yang dia bantu (sebut saja A,red. hehehe…). jadinya, saia iseng nanya,

S (saia) : “sempet ga ngerasa kesel si A maju duluan?”
T (temensaia) : “sempet lah, apalagi aku ngerasa lebih dari dia. tapi aku ngerasa sih, dia emang lebih beruntung dan bekerja keras..”
S : “maksudnya?’
T : “pas dia mau ngajuin, dia dapat materi yang pas, dan berani ambil resiko disana. dia juga usaha buat nanyananya sama dosendosen, jadi menurutku, kalo mau usaha semua ini pasti bisa berjalan, susah emang, tapi pasti bisa kan..”
S : “iya sih,…”

entah kenapa, karena obrolan iseng di senin sore itu (cie elah…:D), saya jadi lebih semangat untuk nyari dosen. walaupun hari itu, dosennya ga bisa dicari, besoknya saia baru bisa ngobrol. nyari dosen lainnya hari itu, juga di tunda sampe 3x, dan akhirnya ketemu juga sama dosen itu. masih harus perbaikin bab 1, nyelesaiin bab 2 dan bab 3 sehari ini, dan dikirimkan ke dosen pembimbing. 3 hari lagi, bimbingan lagi. saia harap bisa berjalan dengan baik. rada takut sih sama ujiannya. tapi, saia ga bisa mundur lagi (mengingat ibu bpk saia bakal ngomel habishabisan kalo saia ga majumaju,hix..), so here i am, in long journey to the final course… which i have to face everything to make it worth…

sekarang, saia cuma bisa berdoa, semoga segala sesuatunya lancar. my hope soon, finally, i can finish the long journey to my final course, and of course, graduate from college… o(^.^)o,, keep figthing girl!!!!!

Google Toolbar Installed

Google Toolbar Installed.